Begitu pula dalam diri kita setiap manusia ada sisi baik dan ada sisi buruk. Sisi mana yang kemudian akan dominan sangat ditentukan oleh makanan rohani yang kita makan. Baik itu makanan rohani yang berasal dari pola asuh dan lingkungan kehidupan kita, maupun makanan rohani yang kita dapat dan usahakan sendiri.
Sebagai manusia baru didalam Tuhan, kita perlu terus menerus membuang segala sifat buruk, dengki, iri hati, prasangka, kesombongan dan lain-lainnya. Sebaliknya kita harus terus memupuk segala sifat baik, sabar,penuh cinta kasih, murah hati, selalu bersyukur, dan suka berdamai dengan kenyataan. Selalu menyebar kasih dan kebaikan. Dengan demikian kita banyak memupuk sisi baik dalam kehidupan kita. Lama-lama sisi buruk kehidupan kita akan tenggelam.
Bagaimana kita dapat mengendalikan dua sisi itu? Bagaimana kita bias member makan serigala yang baik dalam hidup kita? Yaitu dengan mengadakan evaluasi dan instrospeksi diri. Dengan kemauan untuk belajar. Dan terutama dengan menekuni firman Tuhan. Hanya dengan cara itulah, kita dapat mengikis sisi buruk hidup kita. Membuatnya menjadi tidak dominan, apalagi menguasai kita. Sekaligus secara otomatis menjadikan subur segala sisi baik dalam hidup kita. Aya.rh
(Efesus 4:31 ) Segala kepahitan, kegeraman,kemarahan,pertikaian, dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
















